Pengurus
Susunan Pengurus organisasi.
Ahmad Ngudi Pranoto, S.Kom., M.M
Periode 2026-2029Ahmad Ngudi Pranoto, S.Kom., M.M. merupakan figur penggerak desa, praktisi pemerintahan desa, dan akademisi yang lahir di Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung, dari pasangan orang tua yang berasal dari Jawa Timur. Ia tumbuh dalam lingkungan masyarakat desa yang menjunjung tinggi nilai gotong royong, tanggung jawab, dan pengabdian. Lingkungan tersebut turut membentuk karakter kepemimpinannya yang berpihak pada kemajuan desa, penguatan komunitas, serta pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas tata kelola dan pelayanan publik.
Dalam bidang pendidikan, ia menyelesaikan pendidikan Strata Satu (S1) Program Studi Teknik Informatika di salah satu perguruan tinggi swasta di Kabupaten Tulang Bawang dan lulus pada tahun 2013. Selanjutnya, ia menempuh pendidikan Strata Dua (S2) Magister Manajemen dengan konsentrasi Sumber Daya Manusia (SDM) di salah satu perguruan tinggi di Bandar Lampung dan berhasil menyelesaikannya pada tahun 2023.
Perpaduan latar belakang teknologi informasi dan manajemen menjadi fondasi penting dalam perjalanan profesionalnya. Kompetensi tersebut ia kembangkan tidak hanya dalam praktik pemerintahan dan organisasi, tetapi juga dalam dunia pendidikan tinggi sebagai seorang akademisi dan dosen. Dalam kapasitasnya sebagai akademisi, ia memiliki perhatian pada bidang manajemen, transformasi digital, kewirausahaan, ekonomi dan bisnis digital, tata kelola organisasi, serta pemanfaatan teknologi informasi dalam pengembangan masyarakat dan desa.
Sebagai akademisi, ia juga berupaya menghubungkan pengalaman praktis di lapangan dengan pengembangan keilmuan melalui kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Pengalaman panjang dalam pemerintahan desa dan pengembangan ekosistem teknologi desa menjadi modal empiris dalam mengembangkan perspektif akademik yang kontekstual, khususnya dalam melihat bagaimana teknologi, manajemen, sumber daya manusia, dan tata kelola dapat bersinergi untuk mendorong transformasi digital dan penguatan ekonomi masyarakat desa.
Pengalaman pengabdiannya sebagai Perangkat Desa pada periode 2018–2025, mulai dari Kaur Keuangan hingga Sekretaris Desa, mengasah kapasitas kepemimpinan sekaligus memperkuat pemahamannya terhadap dinamika pemerintahan desa, pengelolaan keuangan, pelayanan publik, administrasi pemerintahan, serta kebutuhan masyarakat di tingkat akar rumput.
Di tingkat organisasi, ia pernah dipercaya sebagai Ketua Umum PPDI Kabupaten Tulang Bawang periode 2024–2025. Dalam posisi tersebut, ia aktif memperjuangkan aspirasi perangkat desa, memperkuat organisasi, meningkatkan kapasitas anggota, serta membangun sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam rangka mendorong tata kelola pemerintahan desa yang lebih baik.
Ketertarikannya pada digitalisasi desa mulai berkembang sejak tahun 2019 ketika ia mengenal dan menerapkan OpenSID di Desa Panca Mulia. Implementasi tersebut menjadi salah satu titik awal keterlibatannya dalam mendorong pemanfaatan teknologi informasi untuk memperkuat tata kelola data, administrasi pemerintahan, dan pelayanan publik di desa.
Komitmen tersebut berlanjut dengan bergabungnya ia sebagai anggota OpenDesa pada tahun 2020. Atas dedikasi dan kontribusinya, ia kemudian dipercaya menjabat sebagai Direktur Divisi Peningkatan Komunitas OpenDesa periode 2022–2023, dengan fokus pada penguatan komunitas, peningkatan kapasitas anggota, serta perluasan adopsi teknologi desa berbasis komunitas terbuka.
Pengalaman sebagai praktisi pemerintahan desa, penggerak organisasi, pengembang komunitas, praktisi teknologi, dan akademisi menjadi kombinasi yang membentuk perspektif kepemimpinannya. Ia memandang bahwa transformasi desa tidak hanya membutuhkan teknologi, tetapi juga membutuhkan penguatan sumber daya manusia, tata kelola yang baik, kolaborasi antarpemangku kepentingan, serta ekosistem pengetahuan yang berkelanjutan.
Dengan pengalaman tersebut, ia terus mendorong OpenDesa sebagai bagian dari gerakan bersama untuk memperkuat ekosistem digital desa, keterbukaan pengetahuan, kemandirian teknologi, peningkatan kapasitas masyarakat, serta pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.
Suganda, S.Kom
Periode 2026-2029Suganda, Lahir di Desa Tegal Kuning, Subang, pada 28 September 1980, nasib membawa Suganda kecil menginjakkan kaki di tanah Mesuji pada usia lima tahun. Mengikuti jejak orang tua yang mengadu nasib di perusahaan swasta, Suganda tumbuh besar dengan mencicipi dinamika pendidikan di lintas daerah—mulai dari Mesuji, Tulang Bawang, hingga kembali ke Cirebon untuk menyelesaikan masa remajanya di bangku SMU pada tahun 1999.
Pengalaman bekerja belasan tahun di perusahaan besar seperti PT. Dipasena (DCD) hingga Sungai Budi Grup menempa etos kerjanya. Namun, panggilan hati untuk membangun “rumah” sendiri membawanya pulang ke pemerintahan desa di Mesuji pada awal 2015. Di sinilah, babak baru kehidupannya dimulai.
Perkenalannya dengan OpenSID pada tahun 2018 menjadi titik balik. Suganda menyadari bahwa desa tidak akan bisa melompat maju tanpa data yang akurat. Ia pun terjun total menjadi pegiat Desa Digital melalui program Smart Village Lampung.
Di sela-sela kesibukannya sebagai anggota Forum Komunitas Desa Digital Lampung, ia memutuskan kembali ke bangku kuliah di Institut Teknologi dan Bisnis Mesuji (ITBM). Pada tahun 2025, ia resmi menyandang gelar di bidang Sistem dan Teknologi Informasi—sebuah pembuktian bahwa usia bukanlah penghalang untuk menguasai teknologi masa depan.
Puncaknya, pada akhir 2025, Gubernur Lampung secara resmi mempercayakan amanah besar kepadanya sebagai Tim Optimalisasi Data dan Potensi Desa/Kelurahan Provinsi Lampung. Sebuah tanggung jawab strategis untuk memastikan setiap jengkal potensi desa di Lampung terbaca oleh radar digital pemerintah pusat.
Bagi Suganda, perjuangan digitalisasi ini bukan sekadar tentang angka dan aplikasi, melainkan tentang masa depan generasi mendatang.
Digitalisasi desa adalah jembatan menuju keadilan sosial. Saat data desa akurat, maka bantuan dan pembangunan akan tepat sasaran.
Timotius, S.Kom
Periode 2026-2029Timotius, S.Kom. atau yang biasa disapa Bang Tim lahir dan besar di pedalaman Kalimantan Barat, tepatnya di Desa Tempunak Kapuas, Kec. Tempunak, Kab. Sintang.
Sejak 2020 hingga sekarang, secara organik, Timotius bekerja di Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kayong Utara yang terus berusaha memberikan rekomendasi Sistem Informasi terbaik bagi Perangkat Daerah maupun Pemerintah Desa.
Semoga niat baik dan praktik baik dari OpenSID dapat terus dirasakan dan dimanfaatkan bagi Desa-Desa lain di seluruh penjuru tanah air hingga desa-nya dapat menjangkau dunia.
Motto: Lakukan Hal Kecil dengan Cinta yang Besar