Edit Content

Perkumpulan Desa Digital Terbuka atau Disebut Juga OpenDesa Membantu Desa Menjadi Desa Cerdas, Memaksimalkan Potensi Desa Menggunakan Teknologi Informasi Sumber Terbuka yang Gratis dan Bebas Digunakan

Menuju Desa Digital Terpadu: Kabupaten Takalar Gelar Pelatihan Tahap 2 OpenSID

Makassar, 18–20 Juli 2025 – Komitmen Pemerintah Kabupaten Takalar dalam mendukung transformasi digital desa terus diperkuat melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) OpenSID Tahap 2 yang berlangsung selama tiga hari di Hotel Mercure, Makassar. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam implementasi ekosistem satu data yang terintegrasi dari tingkat desa hingga kabupaten.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi strategis antara Pemerintah Kabupaten Takalar, OpenDesa, Telkomsel, dan Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Takalar. Tujuan utamanya adalah meningkatkan kapasitas perangkat desa dalam penggunaan OpenSID serta menyepakati arah penerapan ekosistem satu data secara menyeluruh.

Partisipasi dan Kolaborasi Multipihak

Pelatihan ini diikuti oleh kepala desa dan operator dari 29 desa di lima kecamatan, yaitu Polongbangkeng Utara, Polongbangkeng Timur, Galesong Selatan, Marbo, dan Mappakasunggu. Turut hadir dalam kegiatan ini Bupati Takalar, pejabat dari Inspektorat, Dinas PMD, Diskominfo, Bappeda, pengurus PPDI, serta tim dari Telkomsel.

Tim narasumber dan pemateri OpenDesa yang terlibat antara lain Ginanjar Irvan Ashari, Herry Wanda, dan Rudi Purwanto. Ketiganya memberikan materi konseptual hingga teknis untuk memastikan peserta dapat memahami dan menyebarkan penggunaan OpenSID secara optimal.

Rangkaian Kegiatan Pelatihan

Selama tiga hari, peserta mendapatkan berbagai materi penting, mulai dari pengenalan ekosistem digital desa, penggunaan aplikasi OpenSID, hingga praktik simulasi pengelolaan data desa.

Hari pertama diisi dengan presentasi dari Telkomsel dan paparan narasumber OpenDesa mengenai konsep satu data desa–kecamatan–kabupaten. Hari kedua fokus pada praktik penggunaan OpenSID serta menyampaikan kebijakan digitalisasi oleh Bappeda dan Arahan langsung dari Bupati Takalar. Sementara hari ketiga meliputi materi lanjutan tentang impor data penduduk, Arahan Dinas PMD, dan penyusunan rencana tindak lanjut.

Temuan dan Pembelajaran

Beberapa poin penting yang dihasilkan dari kegiatan ini antara lain:

  • Target pelatihan untuk seluruh 110 desa dan kelurahan di Takalar ditetapkan rampung sebelum 17 Agustus 2025.
  • Disusun Perbup dan surat edaran sebagai regulasi pemanfaatan SID, lengkap dengan mekanisme reward dan punishment.
  • Tingginya antusiasme desa dalam mengadopsi OpenSID.
  • Perlunya penguatan tim teknis dalam pelatihan karena jumlah pemateri masih terbatas.
Rencana Tindak Lanjut

OpenDesa dan pemerintah desa sepakat untuk melaksanakan sejumlah aksi jangka pendek, seperti:

  • Input minimal 10% data penduduk,
  • Publikasi artikel dan data statistik penduduk,
  • Melengkapi profil desa,
  • Mulai praktik layanan surat.

Sementara untuk pendampingan berkelanjutan, digunakan grup Telegram, pertemuan berani mingguan setiap Jumat, serta ruang diskusi di platform Discord.

Pelatihan ini menjadi langkah nyata dalam mewujudkan digitalisasi desa yang terstruktur dan berkelanjutan di Kabupaten Takalar. Meski pelaksanaan berjalan lancar dan mendapat respon positif, beberapa catatan perbaikan seperti kestabilan aplikasi dan tambahan waktu pemateri tetap menjadi perhatian untuk pelatihan berikutnya.

Bagikan: