Lima Puluh Kota, Sumatera Barat – Musyawarah Nasional (Munas) III Perkumpulan Desa Digital Terbuka (OpenDesa) secara resmi menetapkan kepengurusan baru OpenDesa periode 2026–2029 melalui mekanisme voting digital yang demokratis dan transparan. Penetapan tersebut berlangsung dalam rangkaian Munas III OpenDesa 2025 pada 17–18 Januari 2026 di Nagari Tanjung Haro Sikabu Kabu-Kabu Padang Panjang (Sitapa), Kecamatan Luak, Kabupaten Lima Puluh Kota.
Melalui proses pemungutan suara digital yang diikuti oleh peserta Munas sesuai ketentuan organisasi, Ahmad Ngudi Pranoto terpilih sebagai Ketua Umum OpenDesa periode 2026–2029. Ia akan didampingi oleh Suganda sebagai Sekretaris Jenderal dan Timotius sebagai Bendahara Umum.
Pemilihan kepengurusan baru OpenDesa pada Munas III OpenDesa dilaksanakan menggunakan sistem voting digital, sebagai bentuk konsistensi OpenDesa dalam menerapkan prinsip digitalisasi, transparansi, dan akuntabilitas dalam tata kelola organisasi.
Hasil pemungutan suara menunjukkan bahwa Ahmad Ngudi Pranoto memperoleh suara terbanyak, sehingga secara sah dan meyakinkan ditetapkan sebagai Ketua Umum OpenDesa terpilih. Proses pemilihan berlangsung lancar dan menjadi cerminan kedewasaan organisasi dalam menjalankan mekanisme demokrasi internal.
Dalam kesempatan yang sama, Munas III OpenDesa juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada kepengurusan periode 2023–2026 atas dedikasi dan kontribusinya dalam membesarkan organisasi.
Kepenguruasan OpenDesa Periode 2023–2026
-
Ketua Umum: Lusianto
-
Sekretaris Jenderal: Timotius
-
Bendahara Umum: Lukman Teguh
Di bawah kepemimpinan pengurus sebelumnya, OpenDesa berkembang sebagai komunitas nasional yang berperan aktif dalam mendorong digitalisasi desa, penguatan ekosistem aplikasi desa terbuka, serta kolaborasi dengan berbagai pemerintah daerah dan mitra strategis.
Terpilihnya kepengurusan baru OpenDesa periode 2026–2029 menjadi tonggak penting regenerasi organisasi. Munas III OpenDesa menegaskan komitmen bersama untuk melanjutkan perjuangan OpenDesa sebagai gerakan gotong royong dalam mendukung desa-desa di seluruh Indonesia agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi dan tata kelola data.
Kepengurusan baru diharapkan dapat membawa OpenDesa semakin lepas landas, tidak hanya dari sisi pertumbuhan organisasi, tetapi juga dalam memperluas dampak nyata bagi desa dan pemerintah daerah melalui penguatan sistem informasi desa, Satu Data, serta pelayanan publik berbasis digital.
Munas III OpenDesa menjadi momentum strategis untuk meneguhkan arah gerak organisasi ke depan, sekaligus memastikan keberlanjutan visi OpenDesa sebagai rumah bersama para pegiat digital desa di Indonesia.