Edit Content

Perkumpulan Desa Digital Terbuka atau Disebut Juga OpenDesa Membantu Desa Menjadi Desa Cerdas, Memaksimalkan Potensi Desa Menggunakan Teknologi Informasi Sumber Terbuka yang Gratis dan Bebas Digunakan

Forum Berbagi Praktik Baik Lomba Desa Digital Perkuat Kesiapan Desa Kerang dan Songka Menuju Lomba Desa Digital 2026

 

30 Juli 2026 — Dalam rangka mendukung persiapan desa yang akan mewakili Kabupaten Paser pada Lomba Desa Digital Tahun 2026, telah diselenggarakan Forum Berbagi Praktik Baik dan Pengalaman Sukses Lomba Desa Digital pada Kamis, 30 Juli 2026, melalui platform Zoom.

Kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran dan pertukaran pengalaman antarpemerintah desa dalam mempersiapkan diri menghadapi Lomba Desa Digital. Forum menghadirkan narasumber Bapak Dwinanto, S.E., dari Pemerintah Desa Krandegan, Kabupaten Purworejo, yang berhasil mengantarkan desanya meraih Juara III Lomba Desa Digital Tahun 2025.

Forum diikuti oleh perwakilan Pemerintah Desa Kerang dan Pemerintah Desa Songka, Kabupaten Paser, sebagai desa yang akan mewakili Kabupaten Paser pada Lomba Desa Digital Tahun 2026. Kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Paser serta Sekretaris Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Paser, Bapak Ir. Mulyadi Rahman, S.T., M.M., sebagai wujud dukungan pemerintah daerah terhadap peningkatan kapasitas desa dalam mewujudkan transformasi digital.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua Umum OpenDesa Periode 2026–2029, Bapak Ahmad Ngudi Pranoto, yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa forum ini merupakan bagian dari komitmen OpenDesa untuk mendorong budaya berbagi pengetahuan dan praktik baik antardesa. Beliau berharap Desa Kerang dan Desa Songka dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar dari pengalaman Desa Krandegan sehingga mampu mengembangkan inovasi digital yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kesiapan menghadapi Lomba Desa Digital Tahun 2026. 

Sekretaris Dinas Kominfo menyampaikan bahwa transformasi digital merupakan salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan desa dan pelayanan kepada masyarakat. Menurut beliau, digitalisasi desa bukan sekadar penerapan teknologi, tetapi merupakan upaya menciptakan pelayanan yang lebih efektif, efisien, transparan, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pedesaan. Beliau juga memberikan arahan agar forum ini dapat dimanfaatkan oleh Desa Kerang dan Desa Songka untuk memperkaya wawasan, memperkuat strategi persiapan, serta mengembangkan inovasi yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masyarakat di masing-masing desa. 

Lebih lanjut, Bapak Mulyadi menyoroti keberhasilan Pemerintah Desa Krandegan dalam mengembangkan berbagai inovasi digital, termasuk digitalisasi layanan desa, pengembangan swalayan desa, dan digitalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Inovasi tersebut dinilai tidak hanya mendukung keberhasilan dalam Lomba Desa Digital, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pelayanan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan pembangunan desa. Beliau berharap praktik-praktik baik tersebut dapat menjadi inspirasi dan diadaptasi oleh Desa Kerang dan Desa Songka sesuai dengan potensi yang dimiliki. 

Dalam paparannya, Bapak Dwinanto, S.E. menjelaskan perjalanan Pemerintah Desa Krandegan dalam mengikuti Lomba Desa Digital, mulai dari membangun komitmen bersama, menyusun strategi persiapan, membentuk tim kerja, melengkapi dokumen pendukung, hingga mengembangkan berbagai inovasi digital yang memberikan nilai tambah dalam proses penilaian.

Beliau juga menekankan bahwa keberhasilan sebuah desa dalam Lomba Desa Digital tidak semata-mata diukur dari banyaknya teknologi yang diterapkan, melainkan dari sejauh mana program digitalisasi mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurut beliau, setiap inovasi digital yang dikembangkan pemerintah desa harus berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik, kemudahan akses informasi, efisiensi tata kelola pemerintahan, transparansi, serta pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu, program digitalisasi desa perlu dirancang berdasarkan kebutuhan warga sehingga teknologi yang diterapkan benar-benar memberikan dampak positif, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, dan mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.

Selain itu, narasumber turut membagikan pengalaman mengenai proses presentasi di hadapan tim penilai, tantangan yang dihadapi selama mengikuti lomba, serta berbagai faktor yang menjadi kunci keberhasilan Desa Krandegan meraih Juara III Lomba Desa Digital Tahun 2025. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi desa-desa yang sedang mempersiapkan diri mengikuti ajang yang sama.

Sesi diskusi berlangsung aktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta, khususnya terkait strategi memenuhi indikator penilaian, penyusunan bukti dukung, pengembangan inovasi pelayanan publik berbasis digital, serta upaya membangun kolaborasi antara pemerintah desa dan pemerintah daerah. Diskusi tersebut memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai langkah-langkah yang perlu dipersiapkan sejak awal agar desa memiliki kesiapan yang optimal menghadapi proses penilaian.

Melalui forum ini, diharapkan Desa Kerang dan Desa Songka memperoleh wawasan, inspirasi, dan pembelajaran yang dapat diterapkan dalam menyusun strategi menuju Lomba Desa Digital Tahun 2026. Kehadiran perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Paser serta Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Paser juga diharapkan semakin memperkuat sinergi pembinaan dan pendampingan kepada desa dalam mengembangkan inovasi digital yang berkelanjutan.

Forum Berbagi Praktik Baik dan Pengalaman Sukses Lomba Desa Digital menjadi bukti bahwa kolaborasi dan pembelajaran antardesa merupakan salah satu strategi penting dalam mempercepat transformasi digital desa. Dengan saling berbagi pengalaman, praktik baik, dan inovasi, setiap desa memiliki peluang untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, dan pemanfaatan teknologi informasi demi mewujudkan desa digital yang maju, mandiri, dan berdaya saing. Semangat berbagi yang terbangun dalam forum ini diharapkan menjadi langkah nyata untuk menghadirkan program-program digitalisasi yang tidak hanya inovatif, tetapi juga memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat desa.

Bagikan: