OpenDesa menyelenggarakan kegiatan berbagi pengetahuan melalui Webinar OpenDesa bertajuk “Praktik Baik Desa Berprestasi Pengguna OpenSID” pada Kamis, 29 Januari 2026, yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Conference OpenDesa.
Webinar ini diselenggarakan sebagai respon atas semakin pentingnya pemanfaatan teknologi informasi dalam tata kelola pemerintahan desa. Di tengah tuntutan pengelolaan data yang akurat, mutakhir, dan terintegrasi, desa juga diharapkan mampu menghadirkan layanan publik yang cepat, transparan, dan akuntabel. Pengelolaan data dan layanan publik yang baik menjadi pondasi utama dalam perencanaan pembangunan desa, pengambilan keputusan, serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Sebagai Sistem Informasi Desa berbasis sumber terbuka, OpenSID telah dimanfaatkan oleh ribuan desa di Indonesia untuk mendukung pengelolaan data kependudukan, layanan administrasi desa, serta penyediaan informasi publik. Pemanfaatan OpenSID membuka peluang bagi desa untuk membangun sistem data yang terstruktur sekaligus meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan kepada warga.
Dalam praktiknya, sejumlah desa pengguna OpenSID telah menunjukkan capaian positif dan praktik baik, tidak hanya dalam peningkatan kinerja pemerintahan desa, tetapi juga dalam meraih berbagai prestasi dan pengakuan di tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional. Namun demikian, praktik-praktik baik tersebut masih perlu didokumentasikan dan dibagikan agar dapat direplikasi oleh desa-desa lain.
Melalui webinar ini, OpenDesa sebagai komunitas dan ekosistem kolaborasi desa digital memfasilitasi ruang pembelajaran bersama dengan menghadirkan pengalaman nyata langsung dari desa. Webinar ini menjadi forum berbagi praktik baik (best practices) pengelolaan data dan layanan publik desa berbasis OpenSID, dengan menghadirkan narasumber dari unsur pemerintah desa dan komunitas OpenDesa.
Kegiatan diawali dengan pembuka dan sambutan dari Ketua Umum OpenDesa Ahmad Ngudi Pranoto, S.Kom., M.M, yang menegaskan pentingnya pemanfaatan OpenSID tidak hanya sebagai alat administrasi, tetapi sebagai instrumen strategis untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang berbasis data, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Sesi pertama diisi oleh Bapak Evant Andi, Kasi Pemerintahan Desa Pagerwangi, Kabupaten Tegal, yang memaparkan materi mengenai Transparansi Informasi dan Tata Kelola Pemerintahan Desa. Dalam paparannya, disampaikan bagaimana OpenSID dimanfaatkan sebagai media keterbukaan informasi desa serta mendukung akuntabilitas dan partisipasi masyarakat.
Sesi berikutnya menghadirkan Bapak Imam selaku Tim IT Desa dan Bapak Dwinanto, Kepala Desa Krandegan, Kabupaten Purworejo, yang membahas Optimalisasi Pelayanan Publik Desa melalui OpenSID. Keduanya berbagi pengalaman nyata dalam memanfaatkan OpenSID untuk mempercepat layanan administrasi, meningkatkan kepuasan masyarakat, serta mendukung efisiensi kerja perangkat desa.
Pada sesi terakhir, Ginanjar Irvan Ashari dari OpenDesa memaparkan dampak nyata pemanfaatan OpenSID terhadap prestasi desa, sekaligus menjelaskan pengembangan program ekosistem satu data OpenSID sebagai upaya penguatan integrasi data desa lintas sektor.
Webinar ini diikuti oleh beragam peserta dari unsur perangkat desa, OPD, pegiat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) desa, mahasiswa dan akademisi, pegiat LSM, serta masyarakat umum yang memiliki ketertarikan pada isu pembangunan dan digitalisasi desa.
Melalui kegiatan ini, OpenDesa berharap dapat meningkatkan pemahaman desa tentang pemanfaatan OpenSID dalam pengelolaan data, mendorong replikasi praktik baik layanan publik desa, serta memperkuat jejaring dan kolaborasi antar desa dalam ekosistem OpenDesa. Dengan demikian, OpenSID tidak hanya dimanfaatkan secara teknis, tetapi mampu memberikan kontribusi nyata bagi terwujudnya pemerintahan desa yang modern, transparan, dan melayani.