Jakarta, 6 Agustus 2026 – OpenDesa menghadiri Digital Transformation Indonesia Conference & Expo (DTI-CX) 2026 yang diselenggarakan pada 5–6 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC). Dalam kegiatan tersebut, Ketua Umum OpenDesa, Ahmad Ngudi Pranoto, S.Kom., M.M., hadir sebagai delegasi resmi organisasi untuk memperluas jejaring kemitraan, meningkatkan kapasitas kelembagaan, serta mengikuti perkembangan transformasi digital di Indonesia.
DTI-CX 2026 merupakan salah satu ajang konferensi dan pameran teknologi terbesar di Indonesia yang mempertemukan unsur pemerintah, pelaku industri, akademisi, komunitas, dan penyedia solusi teknologi untuk berbagi pengalaman, inovasi, serta strategi dalam mempercepat transformasi digital di berbagai sektor.
Selama dua hari pelaksanaan, delegasi OpenDesa mengikuti berbagai agenda konferensi, diskusi panel, serta mengunjungi area pameran yang menampilkan beragam inovasi teknologi. Topik yang dibahas meliputi pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), tata kelola data, keamanan siber, komputasi awan (cloud computing), transformasi layanan publik, hingga pengembangan ekosistem digital yang berkelanjutan.
Selain mengikuti sesi ilmiah, OpenDesa juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membangun komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk instansi pemerintah, perusahaan teknologi, komunitas digital, dan mitra strategis lainnya. Kegiatan networking tersebut menjadi sarana untuk bertukar gagasan, memperluas wawasan, serta menjajaki peluang kolaborasi yang dapat mendukung pengembangan ekosistem digital desa.
Ketua Umum OpenDesa, Ahmad Ngudi Pranoto, mengatakan bahwa keikutsertaan dalam DTI-CX 2026 merupakan bagian dari komitmen OpenDesa untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak.
“Transformasi digital desa tidak dapat dilakukan secara sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, komunitas, akademisi, dan dunia usaha agar teknologi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat desa. Melalui DTI-CX 2026, OpenDesa memperoleh banyak wawasan, inspirasi, dan peluang kemitraan yang akan menjadi bekal dalam mengembangkan ekosistem digital desa yang semakin inovatif, terbuka, dan berkelanjutan,” ujar Ahmad Ngudi Pranoto.
Menurutnya, berbagai inovasi yang diperkenalkan selama DTI-CX 2026 membuka peluang untuk memperkuat pengembangan layanan OpenDesa, mulai dari peningkatan interoperabilitas sistem, pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan, penguatan tata kelola data, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik berbasis digital di tingkat desa.
Keikutsertaan OpenDesa dalam DTI-CX 2026 diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperluas jejaring kemitraan nasional sekaligus mempercepat pengembangan inovasi yang mendukung transformasi digital desa. Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, OpenDesa berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi digital yang mendukung tata kelola pemerintahan desa yang modern, transparan, partisipatif, dan berbasis data demi terwujudnya desa yang maju, mandiri, dan berkelanjutan.