Edit Content

Perkumpulan Desa Digital Terbuka atau Disebut Juga OpenDesa Membantu Desa Menjadi Desa Cerdas, Memaksimalkan Potensi Desa Menggunakan Teknologi Informasi Sumber Terbuka yang Gratis dan Bebas Digunakan



Pengurus Periode 2026 - 2029

Ketua Umum

Ahmad Ngudi Pranoto merupakan figur penggerak desa yang lahir di Kabupaten Tulang Bawang Provinsi Lampung dari pasangan orang tua yang berasal dari Jawa Timur. Ia tumbuh dalam lingkungan masyarakat desa yang menjunjung tinggi nilai gotong royong, tanggung jawab, dan pengabdian, yang kemudian membentuk karakter kepemimpinan yang berpihak pada kemajuan desa dan penguatan komunitas.

Dalam bidang pendidikan, ia menyelesaikan pendidikan Strata Satu (S1) pada program studi Teknik Informatika di salah satu perguruan tinggi swasta di Kabupaten Tulang Bawang dan lulus pada tahun 2013. Selanjutnya, ia melanjutkan pendidikan Strata Dua (S2) pada program studi Magister Manajemen dengan konsentrasi Sumber Daya Manusia (SDM) di salah satu perguruan tinggi di Bandar Lampung dan berhasil menyelesaikannya pada tahun 2023. Kombinasi latar belakang teknologi dan manajemen tersebut menjadi fondasi penting dalam pengembangan tata kelola organisasi dan pelayanan publik.

Pengalaman pengabdiannya sebagai Perangkat Desa (2018–2025) mulai dari Kaur Keuangan hingga Sekretaris Desa mengasah kapasitas kepemimpinan dan pemahamannya terhadap dinamika pemerintahan desa. Di tingkat organisasi, ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum PPDI Kabupaten Tulang Bawang (2024–2025), aktif memperjuangkan aspirasi perangkat desa, penguatan organisasi, serta sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Ketertarikannya pada digitalisasi desa mulai berkembang sejak tahun 2019, ketika ia mengenal dan menerapkan OpenSID di Desa Panca Mulia. Implementasi ini menjadi langkah awal dalam mendorong pemanfaatan teknologi informasi untuk memperkuat tata kelola data dan pelayanan desa.

Komitmen tersebut berlanjut dengan bergabungnya ia sebagai anggota OpenDesa pada tahun 2020. Atas dedikasi dan kontribusinya, ia kemudian dipercaya menjabat sebagai Direktur Divisi Peningkatan Komunitas OpenDesa pada periode 2022–2023, dengan fokus pada penguatan komunitas, peningkatan kapasitas Anggota, serta perluasan adopsi teknologi desa berbasis komunitas terbuka.

Sekretaris Jenderal

Suganda, Lahir di Desa Tegal Kuning, Subang, pada 28 September 1980, nasib membawa Suganda kecil menginjakkan kaki di tanah Mesuji pada usia lima tahun. Mengikuti jejak orang tua yang mengadu nasib di perusahaan swasta, Suganda tumbuh besar dengan mencicipi dinamika pendidikan di lintas daerah—mulai dari Mesuji, Tulang Bawang, hingga kembali ke Cirebon untuk menyelesaikan masa remajanya di bangku SMU pada tahun 1999.

Pengalaman bekerja belasan tahun di perusahaan besar seperti PT. Dipasena (DCD) hingga Sungai Budi Grup menempa etos kerjanya. Namun, panggilan hati untuk membangun “rumah” sendiri membawanya pulang ke pemerintahan desa di Mesuji pada awal 2015. Di sinilah, babak baru kehidupannya dimulai.

Perkenalannya dengan OpenSID pada tahun 2018 menjadi titik balik. Suganda menyadari bahwa desa tidak akan bisa melompat maju tanpa data yang akurat. Ia pun terjun total menjadi pegiat Desa Digital melalui program Smart Village Lampung.

Di sela-sela kesibukannya sebagai anggota Forum Komunitas Desa Digital Lampung, ia memutuskan kembali ke bangku kuliah di Institut Teknologi dan Bisnis Mesuji (ITBM). Pada tahun 2025, ia resmi menyandang gelar di bidang Sistem dan Teknologi Informasi—sebuah pembuktian bahwa usia bukanlah penghalang untuk menguasai teknologi masa depan.

Puncaknya, pada akhir 2025, Gubernur Lampung secara resmi mempercayakan amanah besar kepadanya sebagai Tim Optimalisasi Data dan Potensi Desa/Kelurahan Provinsi Lampung. Sebuah tanggung jawab strategis untuk memastikan setiap jengkal potensi desa di Lampung terbaca oleh radar digital pemerintah pusat.

Bagi Suganda, perjuangan digitalisasi ini bukan sekadar tentang angka dan aplikasi, melainkan tentang masa depan generasi mendatang.

Digitalisasi desa adalah jembatan menuju keadilan sosial. Saat data desa akurat, maka bantuan dan pembangunan akan tepat sasaran.

Bendahara Umum

Timotius, S.Kom. atau yang biasa disapa Bang Tim lahir dan besar di pedalaman Kalimantan Barat, tepatnya di Desa Tempunak Kapuas, Kec. Tempunak, Kab. Sintang.

Sejak 2020 hingga sekarang, secara organik, Timotius bekerja di Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kayong Utara yang terus berusaha memberikan rekomendasi Sistem Informasi terbaik bagi Perangkat Daerah maupun Pemerintah Desa.

Semoga niat baik dan praktik baik dari OpenSID dapat terus dirasakan dan dimanfaatkan bagi Desa-Desa lain di seluruh penjuru tanah air hingga desa-nya dapat menjangkau dunia.

Motto: Lakukan Hal Kecil dengan Cinta yang Besar