Edit Content

Perkumpulan Desa Digital Terbuka atau Disebut Juga OpenDesa Membantu Desa Menjadi Desa Cerdas, Memaksimalkan Potensi Desa Menggunakan Teknologi Informasi Sumber Terbuka yang Gratis dan Bebas Digunakan

Pembekalan Anjungan/Layanan Pintar OpenDesa Digelar Secara Daring, Diikuti Peserta dari Berbagai Daerah

Dalam rangka mendukung percepatan transformasi digital di tingkat desa, telah dilaksanakan kegiatan Pembekalan Anjungan/Layanan Pintar pada Senin, 26 Januari 2026. Kegiatan ini diselenggarakan secara daring melalui platform Zoom Meeting dan diikuti oleh 15 peserta yang berasal dari sekitar 5–7 desa di berbagai wilayah Indonesia.

Kegiatan pembekalan ini menghadirkan Moh. Aidin selaku pengelola Anjungan/Layanan Pintar sebagai pemateri utama. Pembekalan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman menyeluruh kepada desa-desa peserta mengenai konsep, fungsi, serta mekanisme penerapan Anjungan/Layanan Pintar sebagai salah satu inovasi pelayanan publik berbasis digital di tingkat desa.

Dalam penyampaiannya, pemateri menjelaskan bahwa Anjungan/Layanan Pintar merupakan sarana pelayanan mandiri yang memungkinkan masyarakat mengakses berbagai layanan administrasi desa secara lebih cepat, mudah, dan transparan. Oleh karena itu, kesiapan desa dalam mengimplementasikan layanan ini menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Materi yang disampaikan tidak hanya mencakup persiapan teknis Anjungan/Layanan Pintar, seperti kesiapan perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), serta jaringan pendukung, tetapi juga membahas secara mendalam terkait integrasi fitur dan sistem. Integrasi tersebut diperlukan agar Anjungan/Layanan Pintar dapat terhubung dengan sistem informasi desa yang telah digunakan sebelumnya, sehingga proses pengelolaan data dan layanan dapat berjalan secara terpadu dan efisien.

Selain aspek teknis, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai tata kelola layanan Anjungan/Layanan Pintar, mulai dari alur pelayanan kepada masyarakat, peran operator desa, hingga strategi pemanfaatan layanan agar dapat digunakan secara optimal oleh warga. Pemateri menekankan bahwa keberhasilan implementasi Anjungan/Layanan Pintar tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh kesiapan sumber daya manusia dalam mengelola dan mengoperasikan sistem tersebut secara berkelanjutan.

Kegiatan pembekalan ini juga diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara pemateri dan peserta. Para peserta dari berbagai desa menyampaikan pertanyaan serta rencana penerapan Anjungan/Layanan Pintar di wilayah masing-masing. Diskusi ini menjadi ruang berbagi pengalaman dan solusi atas tantangan yang mungkin dihadapi dalam proses implementasi layanan digital di desa.

Melalui kegiatan pembekalan ini, diharapkan desa-desa peserta memiliki pemahaman yang lebih komprehensif mengenai penerapan Anjungan/Layanan Pintar, baik dari sisi teknis maupun dari sisi sistem layanan. Dengan demikian, Anjungan/Layanan Pintar dapat menjadi salah satu instrumen strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik desa, mempercepat proses administrasi, serta mendukung terwujudnya pemerintahan desa yang lebih modern, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Kegiatan Pembekalan Anjungan/Layanan Pintar ini menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antar desa dalam pemanfaatan teknologi informasi, sekaligus mendorong terwujudnya transformasi digital desa secara berkelanjutan.

Bagikan: