Rudiansyah Yunanda, Temukan OpenSID Usai Gagal, Kini Yakinkan Seratusan Desa di Batubara

//Rudiansyah Yunanda, Temukan OpenSID Usai Gagal, Kini Yakinkan Seratusan Desa di Batubara

Rudiansyah Yunanda, Temukan OpenSID Usai Gagal, Kini Yakinkan Seratusan Desa di Batubara

Pegiat OpenDesa : Sekretaris Desa Guntung, Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batubara, Provinsi Sumatera Utara, Rudiansyah Yunanda, pegiat OpenDesa yang mampu tularkan kebaikan OpenSID untuk ratusan desa di Kabupaten Batubara.

Memiliki sumber daya manusia (SDM) visioner untuk kemajuan, Desa Guntung, Kecamatan, Tanjung Tiram, Kabupaten Batubara, Provinsi Sumatera Utara, beruntung memiliki perangkat desa seperti, Rudiansyah Yunanda. Menjabat Sekretaris Desa, Rudiansyah Yunanda mampu bawa Desa Guntung lebih maju dalam pemanfaatan teknologi informasi yang dibutuhkan di era digitalisasi saat ini. 

Prestasi dan kegigihannya, menjadi catatan sejarah OpenSID yang menjadikan Kabupaten pertama mencapai 100 lebih pelanggan premium di Indonesia. Kabupaten Batubara, Sumatera Utara menjadi kabupaten pertama yang hari ini sudah mencapai 109 desa pelanggan premium dari total 141 desa berkat upaya pegiat komunitas yang gigih, hingga  berhasil meyakinkan desa menganggarkan OpenSID Premium.

Rudiansyah Yunanda, Sekretaris Desa Guntung Kecamatan Tanjung Tiram Kabupaten Batu Bara Provinsi Sumatera Utara yang sudah bekerja lebih dari 11 Tahun bekerja di Pemerintahan Desa. Sepanjang perjalanan karir di pemerintahan, banyak sekali persoalan yang dihadapi. Sehingga butuh solusi cepat untuk menyelesaikannya. Inilah motivasi utama Rudiansyah mencari upaya terbaik mempermudah pekerjaan dengan hasil maksimall.

“Tentunya banyak sekali dijumpai problem di Desa. Persoalan yang paling sering dijumpai itu, terkait data kependudukan. Sebab disitulah basis data awal untuk kebutuhan pengambil kebijakan di tingkat desa hingga tingkat yang lebih tinggi,”tulis Rudiansyah saat berbagi cerita dengan OpenDesa, Rabu(29/11).

Bahkan menurut Sekretaris Desa Guntung ini,dirinya sempat mempelajari bahasa pemrograman secara otodidak, namun gagal hingga mencoba menggunakan jasa programmer untuk membuatkan sebuah sistem database kependudukan di Desa, alhasil gagal jugal.

“Hingga akhirnya pada Tahun 2020 saya secara tidak sengaja menemukan Sistem Informasi Desa (OpenSID) yang dikembangkan para pegiat Perkumpulan Desa Digital Terbuka (OpeDesa) yang berbasis komunitas,”kisah Rudiansyah lagi. 

Setelah mempelajari hingga akhirnya memutuskan untuk berlangganan premium perdana di Desember 2020.”Saat itu saya mulai serius mengisi data kependudukan sehingga semua fitur dapat digunakan,”ucap anak muda visioner ini.  

Buat Desa Lain Tertarik

Setelah menggunakan openSID, Desa Guntung  banyak mencuri perhatian dinas-dinas terkait dalam hal kecepatan penyajian data. Bahkan, Pemerintah Kabupaten Batubara juga mulai kaget dengan kecepatan penyajian data yang dilakukan Desa Guntung. 

“Ketika itu ada permintaan pengiriman biodata nelayan yang ada di Desa. Rata-rata desa menyelesaikan data yang diminta Satu pekan sejak diminta, berbeda dengan kami yang sudah menggunakan openSID yang dalam 5 menit saja sudah mengirimkan data sesuai permintaan,”jelas Rudiansyah Yunanda.

Sama halnya, kata Rudiansyah, ketika PKK kabupaten yang waktu itu meminta data usia berdasarkan kategori rentang usia tertentu, Desa Guntung bahkan bisa menyajikan data dalam hitungan menit. Puncaknya saat lomba desa yang ketika itu dihadiri oleh kepala dinas PMD Provinsi Sumatera Utara, Aspan Sofian. Saat ekspose Kepala Desa Guntung, Idris. Penasaran, Kepala Dinas PMD Sumut yang ketika itu dijabat, Aspan Sofian mengajukan pertanyaan sekaligus tantangan kepada kepala desa. 

“Apakah di desa bapak dapat menyelesaikan surat menyurat warga dalam beberapa jam saja,”tanya Kepala Dinas PMD seperti dituturkan kembali, Rudiansyah. 

Kepala Desa Guntung, Idris menjawab, “Saat ini kami sudah melaksanakannya, bahkan kalau bapak meminta beberapa jam selesai, saat ini untuk surat-surat tertentu dapat kami selesaikan dalam hitungan detik, bahkan masyarakat sudah bisa membuat surat dari rumah saat ini.”jelas Kepala Desa Guntung seperti diceritakan Rudiansyah.  

Kemudian ditantang lagi untuk bisa menyajikan data dan mempraktekkan cara cepat yang disanggupi tersebut. Tentu saja, kata Rudiansyah, langsung dipraktekkan prosesnya hingga mencuri perhatian seluruh peserta dari berbagai unsur instansi dan lembaga. 

Bahkan, setelah acara itu selesai, Rudiansyah sempat berbincang panjang lebar dengan kepala Dinas PMD Kabupaten Batu Bara dengan menggali informasi tentang yang telah diaplikasikan Desa Guntung.”Sebelumnya saya juga dengan detail menjelaskan openSID kepada beliau. hingga beliau menanyakan bisa tidak yang kami buat itu di terapkan di Kabupaten Batu Bara. Akhirnya saya menyatakan siap untuk diterapkan di Kabupaten Batu Bara,”ucap Sekdes Guntung ini bercerita sedikit pengalamannya.   

Singkat cerita, Rudiansyah diundang ke rumah dinas untuk mempresentasikan openSID ini, disana ada Kabag Tata Pemerintahan  dan Asisten I. Yang kebetulan saat itu sedang sosialisasi pemetaan menggunakan GIS. Hingga Asisten bertanya, soal ada tidak kaitannya Peta GIS ini dengan website yang dipakai Desa Guntung seperti yang sebelumnya disampaikan. 

“Saya menjelaskan kepada beliau, yang didepan sedang disajikan itu, hanya menampilkan peta dengan batas antar desa, kalau peta di website openSID bukan hanya menampilkan batas. Bahkan ketika diakses publik peta lalu pilih pembangunan makan akan tampil progress pembangunan beserta informasi lengkapnya,” beber Rudiansyah lagi. 

Usai mengetahui dan mendapatkan informasi yang dibutuhkan terkait sistem informasi desa, akhirnya pembuatan website masuk kedalam prioritas desa tahun 2021, alhasil sebanyak 122 Desa dari 144 Desa tahun 2021 ini, sudah online dan premium di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara.

“Mudah-mudahan bukan hanya di Kabupaten Batubara, insya allah akan menular kebaikan hingga ke seluruh kabupaten di Provinsi Sumatera Utara, bahkan provinsi lainnya kedepan. Terimakasih openDesa!,”tutup Rudiansyah.(*)

By |2021-12-30T13:16:48+07:00December 30th, 2021|OpenDesa|0 Comments

Leave A Comment